Membangun Engagement di media sosial

https://blog.gdilab.com/wp-content/uploads/2017/07/laptop-mobile-750x410.jpg

Dalam dua tulisan sebelumnya kita membahas tentang jenis media sosial dan persiapan yang perlu diperhatikan untuk mengelolanya.

Salah satu hal penting dalam persiapan pengelolaan yang dibahas adalah menentukan ukuran performa akun yang dikelola di media sosial.

Gampangnya sih mengukur jumlah pengikut.

Hari pertama akun kita diikuti 2 pengguna; hari kedua bertambah jadi 5 pengguna. Lalu sepekan setelahnya akun kita sudah diikuti 10 pengguna.

Apakah berarti akun kita memiliki performa baik di media sosial?

Belum tentu.

Ada ukuran lain yang tak kalah penting, bahkan mungkin lebih perlu diperhatikan ketimbang sekadar pertumbuhan jumlah pengikut.

Yaitu: jumlah interaksi terhadap konten akun yang dikelola, atau lebih akrab dikenal sebagai bobot engagement.

Engagement dalam pengertian simpel berarti komunikasi dua arah.

Komunikasi dua arah dalam studi komunikasi juga dikenal sebagai komunikasi interaksional, yang dilontarkan Wilbur Schramm pada 1954.

Intinya: Komunikasi berlangsung dari pengirim pada penerima, lalu penerima pada pengirim, secara bergantian.

Kunci dari komunikasi interaksional ini adalah umpan balik (feedback) atau tanggapan terhadap pesan, karena membuat pengirim pesan mengetahui respon terhadap pesannya.

Pentingnya feedback ini juga diungkapkan praktisi pemasaran daring dan penulis beberapa buku tentang media sosial, Jason Falls, lewat artikel tentang engagement di media sosial pada 2012.

Ia menyebutkan bahwa hasil komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan perhatian atau respon.

Dan dalam media sosial, umpan balik, respon, atau perhatian itu merupakan nyawa layanan yang menjelma ke dalam bentuk fitur respon, seperti ruang komentar (comment), tanda suka (like), atau pilihan menyebarkan konten (share).

Hasil komunikasi yang baik adalah jika audiens memberikan respon.

Terkait hal itu, ahli statistik internet dan penulis asal India, Avinash Kaushik, pernah menulis bahwa fitur interaksi media sosial terbagi menjadi 3 (tiga) kategori:

  1. Konversasi (conversation): Aktivitas percakapan di antara pengguna.
  2. Amplifikasi (amplification): Aktivitas penyebaran atau perluasan pesan.
  3. Aplaus (applause): Aktivitas respon singkat dengan ikon tertentu.

Lewat banyak artikel lain tentang komunikasi daring (online) yang merujuk pada pandangan Avinash Kaushik, ketiga kategori itu bisa memandu kita untuk mengukur nilai engagement dalam kegiatan di media sosial.

Apalagi, tiga kategori itu seolah memang jadi poros utama fitur pada layanan media sosial, seperti contoh pada tabel berikut ini:

Kategori Facebook Twitter YouTube Instagram Linkedin
Konversasi Comment Reply Comment Comment Comment
Amplifikasi Share Retweet Share Send To Share
Aplaus Like Like Like Like Like

Mengukur ketiga elemen ini bisa jadi lebih penting dari sekadar pertumbuhan jumlah pengikut (Follower) di media sosial.

Bagaimana cara mengukurnya?

Contoh saja: Dalam 1 (satu) bulan, akun yang dikelola mendapatkan 5 komentar, 5 share, dan 5 tanda suka; maka bobot engagement-nya adalah 15. Kian banyak respon yang diberikan, maka semakin bagus pula media sosial itu dikelola.

Bobot itu bisa juga dibandingkan dengan jumlah konten, pengikut, atau jangkauan, menjadi rasio interaksi (engagement rate); tergantung kebutuhan pengelolaan. Kita akan membahas tentang engagement rate ini dalam tulisan terpisah.

Yang jelas mengukur aktivitas pengguna lain terhadap akun yang dikelola ini penting dan lebih bermakna.

Bayangkan saja, memiliki 10 pengikut dengan nilai interaksi tinggi, tentu lebih baik dan menyenangkan ketimbang 30 pengikut yang tak pernah merespon pesan yang disampaikan.


Kesimpulan:

  • Salah satu hal penting dalam pengelolaan media sosial adalah melakukan pengukuran terhadap performa aktivitas di media sosial.
  • Selain jumlah pengikut, lebih penting juga mengukur engagement atau interaksi yang dihasilkan dari pengelolaan media sosial, karena kelebihan layanan media sosial terletak pada partisipasi penggunanya.
  • Salah satu cara mengetahui bobot engagement dari kegiatan media sosial adalah dengan mengukur dan mencatat nilai konversasi, amplifikasi, dan aplaus terhadap konten yang dimuat.
Iklan

Tips Mendapatkan Banyak Match di Tinder

mtv dating relationships tinder GIF

TINDER adalah platform online dating yang banyak digunakan akhir-akhir ini. Platform ini menjadi favorit karena selain mudah digunakan, Tinder juga mencarikan kita calon pasangan yang jaraknya tak begitu jauh sehingga kita mudah menentukan pertemuan.

Tinder pun memudahkan Anda mencari lawan jenis yang sesuai sasaran. Katakanlah Anda menginginkan seorang eksekutif muda dari perusahaan X sebagai calon pasangan Anda, Anda hanya perlu pergi ke lokasi di sekitar perusahaan tersebut lalu mengaktifkan Tinder.

Tinder akan menemukan orang-orang yang available untuk Anda dalam radius dekat. Beberapa orang mengaku mudah dapat match di Tinder, sedangkan sebagian lain mengaku kesulitan. Lantas, apakah ini kesalahan sistem? Rasanya tidak.

Mungkin cara chat di Tinder yang Anda lakukan atau cara Anda menampilkan profil tidak cukup menarik bagi orang lain. Inilah cara meningkatkan probabilitas Anda untuk dapat match di Tinder.

Investasikan Diri Anda

Kelebihan online dating adalah lawan bicara Anda tidak tahu seberapa buruk kondisi Anda di hari itu dan kejadian-kejadian tak mengenakkan apa saja yang Anda alami. Ya, mungkin Anda dapat mengabaikan hal ini karena toh tidak kelihatan juga seberapa buruk penampilan Anda atau seberapa kusut rambut Anda saat itu.

Namun, percaya atau tidak. Kondisi Anda dapat memengaruhi cara chat di Tinder. Bila kondisi tubuh Anda sedang tak baik dan mood Anda sedang buruk, chat Anda akan mencerminkan hal itu. Jadi, sebelum memulai chat, lebih baik rilekskan dulu pikiran Anda bila sebelumnya Anda memang mengalami hari yang buruk.

 

Jadilah Orang yang Membuka Percakapan

Bila Anda tak yakin soal kecocokan Anda dengan match Anda, jangan mengabaikannya. Sebaliknya, mulailah pembicaraan lebih dulu. Memulai pembicaraan akan menunjukkan ketertarikan Anda dan biasanya orang akan lebih terbuka pada Anda setelahnya.

Gunakan Foto Profil yang Tepat

Sebelum memulai chat, yang terpenting adalah dapat match di Tinder. Namun, bagaimana mau mendapat chat kalau foto yang Anda tampilkan tidak atraktif?

Meski kriteria ini terasa dangkal, mau tidak mau kita harus mengakui bahwa ketertarikan dalam online dating diawali foto yang menarik. Tampilkanlah foto terbaik Anda dengan wajah menghadap ke depan. Wajah menghadap ke depan menggambarkan keterbukaan sehingga orang lain merasa disambut oleh Anda.

Tunjukkan Hobi Anda dalam Foto Profil

Anda tidak dapat menuliskan biografi Anda dalam profil Tinder. Itu jelas. Ada keterbatasan karakter dalam kolom profil. Jadi, daripada sibuk menjelaskannya dalam kata-kata, mengapa tidak menjelaskannya lewat foto?

Selain wajah menghadap ke depan, yang perlu Anda tampilkan dalam foto adalah hobi Anda. Jika Anda hobi mendaki gunung misalnya, tampilkanlah foto saat Anda sedang mendaki gunung. Ini akan membuat Anda tampil atraktif dan meningkatkan kemungkinan mendapat pasangan dengan hobi yang sama.

Pilih dengan Selektif

Jangan hanya karena Anda ingin terburu-buru mendapatkan pasangan, Anda jadi coba menjalin hubungan dengan semua orang. Memang sih, tidak semua profil yang Anda pilih harus berakhir dengan chatting, tapi bagaimana jika semua orang yang Anda pilih tertarik dengan Anda dan men-chat Anda?

Dengan jumlah orang yang banyak, Anda tidak akan fokus dan malah merasa kewalahan. Dampak buruknya, Anda bisa saja justru tidak berakhir dengan siapapun.

 

Cara Membuat Live Streaming di Android

Saat ini membuat video live streaming tidaklah sulit, salah satunya melalui Youtube Live. Sayangnya Youtube belum merilis aplikasi resmi untuk live streaming dengan menggunakan ponsel. Namun Anda bisa mempergunakan aplikasi pihak ketiga yang ada di Play Store. Sehingga Anda bisa membuat siaran langsung dengan mudah misalnya acara nikahan, kesenian dsb hanya dengan mempergunakan ponsel. Berikut ini cara membuat live streaming Youtube lewat ponsel android.

Membuat Live Streaming Youtube Lewat Ponsel Android

  • Silakan install aplikasi Emoze Live On Youtube di ponsel android Anda. Saat dijalankan pertama kali akan meminta login di akun Google Anda.

Membuat Live Streaming Youtube Lewat Ponsel Android

  • Untuk mengatur live streaming silakan tekan icon setting di kanan bawah. Anda bisa mengatur privasi dan resolusi video. Jika sekedar mencoba bisa diset “Private”, jika ingin dilihat umum diset “Public”. Untuk resolusi bisa memilih yang 360p. Apabila ingin lebih kinclong bisa memilih 720p keatas, tergantung apakah ponsel kamera Anda support resolusi tersebut. Untuk menjalankan live streaming silakan tekan tombol “Go Live”.

live youtube lewat ponsel Android 2

  • Tunggu beberapa saat, live streaming akan dimulai. Setelah dimulai Anda bisa share link straming melalui tombol di kiri atas.

live youtube lewat ponsel Android 3

  • Untuk menghentikan streaming silakan tekan tombol stop. Hasil video akan tersimpan di akun Youtube Anda.

live youtube lewat ponsel Android 4

Pastikan internet yang Anda gunakan kencang dan banyak kuota/unlimited. Kalau acaranya lama yang pasti pegel buat pegangnya 😀 Agar tidak pegel Anda bisa menaruh ponsel di tripod dan sejenisnya. Sebaiknya ponsel jangan goyang-goyang kecuali Anda meliput acara dangdut 😀

Semoga Bermanfaat