Allah Tak Pernah Tidur

https://i0.wp.com/24.media.tumblr.com/tumblr_manxyoedQ11r8qx5zo1_1280.jpg

Gusti Allah mboten sare, Gusti Allah ora nate sare, Gusti Allah ora turu, atau intinya Allah tak pernah tidur. Itu adalah salah satu filosofi hidup, terutama filosofi orang tua semacam Embah putri saya. Di Jawa, kalimat ini lazim diucapkan. Entah mengapa, meski terkesan sederhana tapi kok mengena ya.

Menurut saya, itu adalah simbol optimisme, keyakinan sekaligus kepasrahan. Misalnya saat orang yang sudah berusaha keras maksimal belum mencapai target yang diharapkannya, maka orang-oranf sekitarnya akan menyemangati ”tetaplah berusaha, gusti Allah ora turu, pasti melihat segala usahamu, dan tak akan pernah ada usaha yang sia-sia ” kurang lebih seperti itu lah.

Pernah seorang tukang becak asal Semarang yang sudah 20 tahun kerja di Gresik , tiap malam tidur di becaknya hanya dengan tutup sarung, berkata pada saya , tentu saja dalam bahasa Jawa, tapi kalau di Indonesiakan kira-kira ” saya ga mengeluh (nelongso) kok mbak jauh dari keuarga, sengsara begini, Gusti Allah ndak pernah tidur, buktinya biar begini anak-anak bisa mentas sekolah, satu jadi perawat, satu lagi masih STM, sebentar lagi kalo dia lulus saya bisa kerja lebih santai di kampung”. Ya dari situ tersirat bapak itu tetap semangat, tak mengeluh, baginya Allah sudah membalas kerja kerasnya dengan anaknya sukses jadi perawat.

Kalimat Gusti Allah tak pernah tidur ini juga simbol menerima, nrimo, tanpa dendam jika ada orang menyakiti kita. Biasanya, ” wes to, jangan dipikir, jangan sedih, jangan dendam, Gusti Allah ora turu, pasti melihat semuanya, siapa yang baik dan jahat, pasti akan dapat wangsulan alias balasan sendiri-sendiri”

Ya itulah filosofi sederhana ala orang sepuh jaman dulu. Biasanya diikuti pula filosofi semacam ”nrimo ing pandum”, atau bersukur atas apapun yang diterima. Meski dua kalimat itu sederhana, tapi efeknya luar biasa .

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s