Dua kata yang dibenci wanita

Ilustrasi: Thinkstock photos

“Tenang dulu.”

Sekilas, dua kata ini memang tidak bermasalah. Dua kata ini bermaksud mengingatkan Anda untuk mengambil napas panjang, relaks, dan berpikir sebelum masalah membesar. Tetapi masalahnya, ketika seorang wanita mendengar dua kata ini terucap dari mulut pria, dampaknya justru beda.

“Pria terbiasa mengambil kendali di suasana tegang sehingga jika wanita marah, mereka mengatakan ‘tenang dulu’ untuk menenangkan — tanpa sadar mereka justru memperburuk situasi,” kata Paul Hokemeyer, konsultan pernikahan di New York. Berikut ini alasan pria tidak boleh mengucapkan “tenang dulu”.

Tidak peduli
Katakanlah, Anda marah karena dia mengundang seorang teman (yang Anda tidak sukai) untuk makan malam, padahal Anda pikir itu adalah makan malam spesial. Atau, Anda berdua sedang berdebat mengenai masalah abadi di hubungan asmara kalian. Menurut Hokemeyer, banya wanita mengartikan kalimat “tenang dulu” sebagai pernyataan bahwa perasaan mereka tidak valid.

Tidak menolong
Ya, Anda marah. Sudah jelas. Jadi dua kata yang menegaskan bahwa Anda marah tidak akan menyelesaikan masalah. Hokemeyer mengatakan “tenang dulu” adalah frase yang tidak menuntaskan persoalan sebab tidak ada orang yang mau disuruh-suruh mengatur perasaannya. Dan apa jadinya bila sedari awal Anda tidak marah? Hmm, dia justru membikin keruh suasana.

Curang
Beberapa pria memang sungguh-sungguh ingin menenangkan Anda, tetapi ada juga yang sengaja menggunakan kalimat “tenang dulu” sebagai taktik manipulatif, bentuk psikologi terbalik ketika mereka merasa kehilangan kendali, kata Hokemeyer, yang menambahkan bahwa ini teknik klasik.

Ketika seorang pria merasa marah dan hilang kendali, dia akan menuduh sang wanita yang marah dan hilang kendali. Ketika si wanita (seperti yang bisa ditebak) merespon dengan naik darah, si pria jadi merasa boleh marah juga.

Jadi, bila pacar atau suami Anda mengatakan “tenang dulu” di saat kalian tengah bertengkar, harus bagaimana? Hokemeyer punya saran mengejutkan: Cukup setujui apa katanya. “Tanggapi dia dengan tenang dan katakan “Ya, aku marah tapi apa yang aku rasakan itu benar.” Lalu sarankan padanya untuk mengakhiri pertengkaran.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s