Problematika Kehidupan di Angkot

Sebagai kawula muda yang peduli terhadap dampak polusi di era globalisasi ini, kamu-kamu pasti pernah naik mobil bertuliskan ‘Koperasi Wahana Kalpika’ dong? Nah, namanya apa? Apa? Kamu mikir apa? Kamu, iya, kamu yang abis delete all history abis minjem hape mama terus pencet Angry Birds biar dikira abis main game. Apa? Iya, Angkot! Di dalam angkot, kamu bisa menemukan banyak sekali problema kehidupan. Kalau selama ini kamu sering naik angkot, berarti gaji kamu emang pas-pasan buat beli kendaraan, jangan sedih ya, cup, cup, cup. Namun, apabila kamu jarang naik angkot, berarti kamu nggak cocok untuk tinggal di luar negeri yang mengandalkan transportasi umum sebagai kendaraan utamanya. Nah, biar yang jarang naik angkot nggak penasaran lagi, ini ada kilasan tentang problema kehidupan apa saja yang ada di angkot.

1. Infomasi Selebriti

Kaum ibu-ibu yang senang menjadi pusat perhatian sangat berperan dalam hal ini. Mereka sering membicarakan berbagai macam hal, mulai dari Jihan Fahira, Lola Amalia, ngurus anak, ngurus suami, jalanan macet, tempat beli legging yang murah, sampai ngeliat tetangga yang naik mobil baru dan jalannya dilama-lamain, dih, belagu banget!

Meski begitu, ibu-ibu ini juga turut berpartisipasi dalam perkembangan (kata Agnezmo) “Myuzik Indastri Indanezia”. Buat kamu yang sering memakai earphone saat di angkot, kamu bisa mendengarkan versi remix dari lagu kesukaan kamu. Contoh, saat kamu memutar lagu Separuh Aku, lirik versi remix-nya kira-kira seperti ini: “Dan terjadi lagi itu tuh si bu Eni, kisah lama yang baru diterima kerja kembali, kau terluka lagi beli sayur aja sombong banget ngitung duitnya pake diangkat-angkat dari cinta rumit yang kau alami”. Tapi walaupun ibu-ibu itu suka bergosip, setidaknya saat kalian turun angkot dan mau membayar, sang sopir tidak menyetel lagu We Found Love dan mereka tidak berjoget sangat histeris seperti di closing sebuah acara infotainment itu. Saya tidak bisa membayangkannya.

2. Pengamen

Nah, ini satu hal yang nggak pernah kelewatan kalau lagi naik angkot. Para pengamen biasanya mengincar angkot yang banyak penumpang wanitanya dengan asumsi kaum wanita memiliki perasaan yang lebih peka dan penuh belas kasihan. Stage act pengamen sendiri ada banyak, contohnya, bernyanyi akapela, bernyanyi sambil main gitar, naik-turunin botol air mineral yang diisi pasir, sampai berpuisi!

Selain itu, ada juga pengamen yang memang layak untuk dikasih 5000 rupiah. Dulu sih banyak di bis Patas AC, sebelum popularitas Transjakarta menggeser Patas AC. Biasanya mereka masih muda, alat musik yang dipakai macam-macam; dari gitar sampai harmonika, dan lagunya pun bukan lagu sembarangan; Beatles, U2, Dewa 19, Westlife, Anggun, Maroon 5, Ebiet G. Ade, semuanya dihajar. Sebentar, jangan-jangan pengamen itu Mikha Angelo. MIKHAAA!!!

3. Duduk Sebelahan Sama Om-Om Ngerokok

Ini nih, satu lagi dari May*ra. Udah macet di jalan, hawa angkot yang pengap, ditambah asap rokok. Lengkap penderitaanmu, Mantili. Kalau kamu nggak merokok dan anti sama asap rokok, which is orang yang menghirup asap rokok memiliki resiko jatuh sakit lebih tinggi dibanding orang yang merokok, kamu mending pindah tempat duduk deh, kalau angkotnya penuh, pakai masker atau sapu tangan sambil menengok ke arah yang berlawanan dengan arah asap rokok berhembus.

Orang-orang kayak gini emang ngeselin banget. Kalau kebetulan banyak orang yang tidak merokok di dalam angkot, kamu bisa menjadi pahlawan dengan menegur si perokok dengan asumsi kalau kamu dijotos, banyak saksinya. Wah, si perokok belum juga kapok dan mematikan rokoknya! Ini saatnya kamu maju, tatap wajahnya lekat-lekat, dan pasang mimik sangar, sambil mengatakan “kamseupay, iyuuuuwh..”. Kalau nggak beneran dijotos, ya ujung rokoknya ditempelin ke muka kamu.

4. Kaca Angkot Tidak Bisa Digeser

Sampai sistem ventilasi udara nomor satu di angkot ini belum diganti dengan sistem central lock, masalah seperti ini akan terus ada. Entah kenapa, dari 5 angkot yang dinaiki pasti ada 1 angkot yang kacanya tidak bisa digeser. Apalagi pas kamu duduk bersebelahan dengan om-om yang ngerokok tadi. KAMSEUPAY, IYUUUUWH! Btw, kok kalian bisa barengan lagi? Jangan-jangan jodoh, atau kalian udah setting ini semua biar kalian berantem, terus tabrakan di Malioboro, berantem, tabrakan di pantai Bali, terus jadi cinta? Kalau begitu, kalian harus menghilangkan SC*V dari daftar saluran kalian. Drama itu tidak baik. Apalagi di timeline.

5. Pengobatan Alternatif

Dari pengalaman pribadi sih, iklan pengobatan alternatif ini tidak begitu mengganggu. Justru kita bisa banyak belajar. Mungkin banyak dari kalian yang belum pernah melihat kutil itu seperti apa, disana ada gambarnya. Kudis, ada. Kurap, koreng, herpes, gagal ginjal, jantung koroner, kanker payudara, ih serem! Selain itu, banyak juga iklan lainnya seperti kursus menjahit, penerimaan siswa baru, isi ulang tinta printer, sampai iklan ‘buanglah mantan pada tempatnya’ dan ‘putus cinta soal biasa, putus rem mati kita’ juga ada!

Copyright Mbdc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s