Man Of Steel: Ini Bukan Superman Yang Kita Tahu

Dari sutradara Zack Snyder (300), penulis David S. Goyer  dan produser Christopher Nolan (The Dark Knight Trilogy), lahirlah sebuah persembahan istimewa tentang sosok superhero paling ikonik di dunia ini: Man of Steel.

Gak perlu jadi seorang geek untuk mengenal Superman. Superhero yang tahun ini berusia 75 tahun sejak kemunculan perdananya di Action Comics #1 di tahun 1938 telah terus menerus diremajakan dengan melewati berbagai macam era, dari komik biasa, kartun, serial televisi, dan tentu saja layar lebar.

Lalu apa yang membedakan Man Of Steel dari Superman yang kamu tau? Yang paling kelihatan adalah keputusan mereka untuk menghilangkan celana kolor merahnya yang dipake di luar dan jambul keritingnya itu. Entah celana kolornya sekarang dipake di dalam atau diloakin, hanya pembuat filmnya yang tau.

my eyes are up here

Di film ini kamu akan disajikan cerita sedikit lebih dalam dibalik kenapa Kal-El atau Clark Kent (Henry Cavill) dikirim ayahnya Jor-El (Russel Crowe) dari planet Krypton, planet asing yang memiliki hewan-hewan aneh dan teknologi canggih, tetapi berada di tepi kehancuran karena pemborosan sumber daya alam yang berlebihan. Monggo disimak, karena baik bagi fans Superman veteran ataupun yang baru kenal, bagian ini sungguh menarik untuk diikuti.

Kesamaan kisah Man Of Steel dengan Superman klasik kurang lebih hanya karena karakterisasi, keluarga (Papa Mama Kent yang diperankan oleh Kevin Costner dan Diane Kane dan Lois Lane oleh Amy Adams), sejarah, asal usul logo S, dan berbagai macam hal lagi diceritakan ulang, diganti, dan dibongkar. Cukup menyisakan hal identik untuk kamu kenal kalo ini masih Superman.

General Jod Zod (Michael Shannon) dan kroco-kroconya adalah tokoh antagonis di sini. Dengan baju zirahnya yang canggih dan pesawat-pesawat tempurnya yang bisa mengarungi lautan bintang mereka datang ke bumi mencari Kal-El untuk mengambil sesuatu yang mereka butuhkan untuk mengembalikan ras Krypton ke masa kejayaannya.

Kamu perlu agak fokus untuk nonton satu jam pertama film ini karena alurnya yang maju mundur, sehingga akan menimbulkan pertanyaan-pertanyaan yang secara perlahan akan terjawab seiring film ini berlalu. Nikmati aja, dan gak usah ganggu yang duduk di sebelah kamu dengan bertanya-tanya, apalagi yang di samping kamu itu baru gebetan. Nanti nggak ditembak-tembak karena keburu ilfil.

Tentu, seperti layaknya film-film superhero lainnya, adegan-adegan action adalah salah satu menu utama. Selain koreografi adegan bertarungnya yang dahsyat, keren banget VFX (visal effects) di film ini. Sekali lagi, keren banget. Bener deh, yang bisa bikin lebih lagi kalo saja film ini bisa di-shot dan diolah di kamera 3D langsung daripada konversi di pasca-produksi.

Man Of Steel adalah film manis untuk membuka lembaran cerita Superman yang baru. Dengan tidak terikatnya dengan cerita-cerita lama, sineas-sineas ini membuka dan memperkenalkan kembali Superman kepada generasi masa kini. Kalo boleh dibilang, ini Superman dengan rasa Batman Begins.

Jadi, hubungi temen-temen kamu sekarang, pesen tiketnya, dan siap-siap memanjakan mata kamu dengan lakon Superman si Man Of Steel yang menyelamatkan dunia ini.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s