Tradisi Bambu Gila


Atraksi Bambu Gila, sebuah permainan rakyat yang berasal dari Maluku. sebuah kekayaan budaya yg dimiliki Indonesia.

Maluku punya banyak budaya dan beragam Tarian, tidak heran Banyak penyanyi, pemusik dan penari yang berasal dari Maluku. Budaya Maluku memang erat sekali dengan tradisi bermain musik serta tari-menari. diantara begitu banyaknya Tarian Tradisional khas Maluku, ada 1 yang unik yaitu Salah satu tarian tradisional adalah sebuah tarian yang bernama tari Bulu Gila atau Bambu Gila, suatu tarian yang berasal dari permainan rakyat Maluku Tengah. Tarian ini begitu banyak dicari wisatawan yang mengunjungi Maluku, begitu menariknya karena Tarian Bambu Gila ini dibantu oleh kekuatan Supranatural.


Proses pemanggilan arwah atau roh oleh Pawang, proses ini bisa memakan waktu 15 sd 20 menit.

Proses sebelum memulai Tarian Bambu Gila ini adanya ritual dan upacara yang harus dipersiapkan, karena sebelum Tari dipentaskan sang Dukun harus terlebih dahulu mencari Bambu yang tepat untuk dipentaskan. setelah dapat bambu yang umumnya didapat didalam hutan ini, ada ritual lainnya seperti pembacaan mantra dan sang dukun meniupkan roh atau arwah kedalam bambu. untuk bisa menyaksikan Tarian ini kita tidak dapat minta secara mendadak, ya karena ada proses waktu dan ritual yang dibutuhkan. selain itu Tarian Bambu Gila ini biasanya dipentaskan pada saat event event budaya tertentu dan agak susah untuk langsung bisa menonton.


Sang Pawang meniupkan dan membaca mantra disisi ujung bambu.


masih meniupkan arwah dan membaca mantra diujung, tengah dan ujung kanan bambu.

Tarian Bambu Gila ini adalah permainan tradisional yang biasanya para pemainnya adalah pemuda desa pada acara-acara tertentu. pada saat arwah sudah mulai masuk para penari akan bergerak dengan lincah mengikuti gerakan bambu gila yang telah dimanterai. Bambu ini bergerak seolah olah hidup dan bergerak Gila, Mereka para penari akan membuat gerakan rangkaian dan saling mengaitkan tangan, juga untuk mengadakan Tarian Bambu Gila ini dibutuhkan lokasi yang luas sehingga aman untuk dipentaskan. Dengan gerakan yang begitu tidak teratur dan tidak bisa dikendalikan maka para penari dituntut memiliki fisik yang cukup kuat kalau tidak kuat akan membuat badan kita terpelanting kesana kemari.


bambu menjadi liar tidak terkendali bergerak kekiri kekanan, sang penari harus kuat menahan dan mengikuti irama bambu.

Tari Bambu Gila sebenarnya dapat dijumpai hampir disetiap daerah di Maluku, tetapi Kini tari itu hampir punah, dan hanya tinggal gerakan-gerakannya yang diubah menjadi tari lincah dengan gerakan kaki serta bulu (bambu) yang didekap kedua tangan. sudah agak jarang kita temui yang menggunakan kekuatan supranatural, hanya didaerah tertentu yang mempunyai budaya yang kuat kita bisa menjumpai tari bambu Gila ini. Gerak dalam tarian bambu gila itu menandakan kesatuan dan persatuan dalam masyarakat. Gerakan yang kompak dan seirama ini sebenarnya merupakan lambang dari semangat gotong royong, yaitu membangkitkan jiwa persatuan dan kesatuan dalam melaksanakan berbagai segi hidup, yang adalah gambarang dari jiwa kegotong-royongan atau “Masohi” yang adalah budaya masyarakat Maluku sejak dulu kala.


atraksi ini memakan waktu hampir setengah jam, yang motret aja kecapean apalagi para penari hehe.


atraksi bambu gila Maluku, buat yang tidak percaya hal2 gaib dipersilahkan untuk mencobanya sendiri hehe.

nah menarik bukan Tarian Bambu Gila ini, bagi yang menonton pasti kita akan terheran heran dengan Bambu Gila ini. apakah benar Bambu tersebut menjadi Gila, ataukah hanya atraksi saja. tetapi buat yang tidak percaya dengan hal hal yang gaib, saya sangat menyarankan untuk anda untuk mencoba sendiri Bambu Gila ini..dan buktikan sendiri..!!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s