Rental Air Susu Ibu

Bisnis Rental Ibu Menyusui di China Jadi Sasaran Kecaman

Tren minum air susu ibu (ASI) di Kota Shenzen, China, memicu aksi protes massa di media sosial. Sejumlah pihak mengecam ulah orang-orang kaya yang menyewa ibu-ibu menyusui demi ASI.

Selain para konsumen ASI, kecaman juga ditujukan kepada perusahaan yang membuka jasa ‘persewaan’ ibu-ibu menyusui. Perusahaan itu dinilai sebagai pangkal rusaknya moral bangsa.

Wajar jika perusahaan itu menjadi sasaran kecaman. Pasalnya, perusahaan itu memberikan keleluasaan kepada konsumennya untuk meminum langsung ASI dari payudara ibu. ”Ini jelas-jelas bentuk pornografi. Orang semakin kaya malah semakin mesum,” tulis seorang di situs media sosial Weibo seperti Tribunnews.com kutip dari South China Morning Post, Jumat (4/7/2013).

Sebagian orang China sendiri beralasan mengkonsumsi ASI lantaran nutrisi yang dikandungnya. Terlebih lagi sebelumnya sempat mencuat kasus tercemarnya susu formula dengan zat melamine yang telah membunuh belasan bayi.

Mereka yang meminum ASI percaya, cairan kehidupan itu berkhasiat untuk menjaga kesehatan dan menanggulangi penyakit.

Meski begitu, sejumlah pihak menuduh tren mengkonsumsi ASI untuk orang dewasa dinilai telah mengkomersialkan ibu-ibu menyusui. Tren itu dipercaya telah menghina dan menurunkan derajat ibu-ibu menyusui.

Seperti Tribunnews.com beritakan, a Lin Jun, warga setempat berinisiatif membuka jasa menyediakan ASI untuk bayi dan orang dewasa. Calon konsumen diberi pilihan apakah menenggak langsung ASI dari payudara ataukah sudah dalam kemasan botol.

”Mungkin kalau yang tak merasa nyaman minum langsung, bisa pakai botol,” katanya seperti dikutip Tribunnews.com dari china.org.cn.

Mayoritas konsumen ASI ini adalah orang kaya. Maklum, tarif untuk menikmati ASI dari ibu yang menyusui tak murah. Calon konsumen wajib membayar sampai 1.300 dollar AS atau sekitar Rp 13 juta untuk layanan ASI selama sebulan.

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s