Fans Fanatik JKT48 terkena Weeaboo

https://i2.wp.com/static0.demotix.com/sites/default/files/imagecache/a_scale_large/1300-2/photos/1345234925-indonesian-idol-girls-group-jkt48-celebrate-independence-day-with-fans_1393102.jpg
Suatu ketika seorang teman bercerita kepadaku tentang temannya yang mengalami weeaboo sindrom. Pada awalnya teman weeaboo tersebut biasa-biasa saja, namun belakangan dia bertindak annoying/menjengkelkan.  Jadi Apasih weaboo itu kok sampe annoying?
.
Weeaboo (ada juga yang menyebutnya wapanese) adalah ungkapan orang-orang bule di forum internet yang ditujukan kepada mereka yang sok-sokan jepang padahal bukan orang jepang hingga membuat orang disekitarnya risih dan annoyed. Weaboo berbeda dengan otaku, dimana otaku adalah sebutan untuk seorang yang mendalami hobi tertentu (dalam hal jepang) terutama anime, manga dan game. Seorang otaku belum tentu seorang weeaboo. Namun seorang weeaboo mungkin saja seorang otaku. Perbedaannya, seorang weeaboo kurang memahami dimana dan kapan dia seharusnya share dan berbicara tentang hobinya sedangkan otaku hanya share ke “sesama” dan pada tempat yang tepat. Yup, mereka bertingkah seolah-olah mereka berada di jepang. Bahkan mereka lebih menganggap keren budaya jepang dibanding budaya sendiri.
https://i0.wp.com/m.hai-online.com/var/gramedia/storage/images/hai2/topic-of-the-week/jkt-48-diserbu-fans-berbaju-merah/9129299-1-ind-ID/JKT-48-Diserbu-Fans-Berbaju-Merah_detail.jpg
Mungkin lebih mudah dijelaskan melalui cerita. Suatu hari ada seorang Juniormu memanggilmu “Senpai” (kakak senior). Oke itu biasa aja kalo itu diucapkan oleh juniormu di club manga, club jepang, atau komunitas jepangmu. Masih bisa diterima kalau lawan bicara mengerti, atau dalam obrolan pribadi. Namun bagaimana jika ungkapan “Senpai” tersebut diucapkan olehnya kepada semua kakak kelas atau seniornya tanpa kecuali? Bagaimana kalau dia juga menambahi imbuhan chan, san, kun di ujung nama kamu sedangkan kamu tidak mengertinya? Menjengkelkan juga bukan jika ada yang mengobrol denganmu jika kamu tidak mengerti bahasanya sedangkan dia bisa berbahasa Indonesia yang sama-sama dimengerti. Sama menjengkelkannya ketika saya diajak bicara dengan kata saranghae sarangburung dan saarang lainnya. Bedanya ini dalam bahasa jepang.
.
Begitu juga saat kamu makan siang di kantin (tempat umum). Tiba-tiba di meja sebelah ada yang berseru itadakimasu! (terimakasih makanannya/mari makan). Sah-sah saja jika kalian makan di restoran jepang. Atau minimal teman makan sebelahmu juga ngerti. Kasus lain bisa ditemukan jika kalian bertemu seseorang yang heboh sendiri dengan hobi jepangnya ditempat dan kondisi yang tidak tepat. Sebenarnya sindrom ini tidak terjadi pada semua orang yang hobi jejepangan.
.
Atau kamu pernah dengar seorang meminta maaf kepadamu dengan ucapan Sumimasen atau Gomennasai? Heu, padahal belum tentu mereka tau perbedaan antara kedua ungkapan tersebut. Mungkin asal meniru. karena baru dengar dan kedengarannya keren kalo bicara dalam bahasa jepang, itulah ciri weaboo
.

Berikut ulasanku kenapa seorang bisa terkena sindrom weeaboo. Kalo salah silahkan dikoreksi, namanya juga opini. Heu

 https://i2.wp.com/japanesestation.com/wp-content/uploads/2012/08/makassar.jpg
  1. Dia baru mengenal sub kultur jepang, seperti anime, manga, cosplay, idol group dan lain sebagainya. Sehingga terjadi shock culture dan kelatahan yang pada akhirnya menyebabkan orang tersebut heboh sendirinya seakan. “Wow ini sangat keren! Gue suka ini. Semua orang harus tau dan menyukainya juga!” Tahap selanjutnya dia akan mulai meniru menggunakan bahasa jepang dalam bahasa sehari-hari. Tidak masalah jika digunakan sebagai latihan/pelajaran dalam belajar berbahasa jepang, tapi harus tau tempat dan lawan bicara :3
  2. Tidak menemukan teman yang sehobi. Dan bukan tipe seorang yang terbiasa menyendiri atau menikmati hobinya sendirian. Jadinya dia ingin mempengaruhi teman disekitarnya dengan memperkenalkan dengan subkultur jepang padahal barang tentu mereka tidak suka. Jadilah dia dikira weaboo (atau memang weaboo)
  3. Sudah lama mengenal sub kultur jepang namun tidak ada tempat sharing dan selama ini menekuni hobinya sendiri. Setelah bertemu orang lain yang mempunyai hobi yang sama, baik berinteraksi di dunia nyata maupun dunia maya diapun heboh sendiri seakan dia saja yang mengetahui hal itu. Istilahnya kuper. Situ kemana aja.
  4. Kesadaran dan kecintaan akan budaya sendiri lemah. Seorang otaku yang juga mencintai budaya sendiri, dia akan tahu dimana dia harus menyalurkan hobinya dan dimana dia harus beradaptasi dengan budaya setempat. Aku sendiri lebih suka misuh (mengumpat) dengan ucapan “Jancuk” daripada “Baka” (bego, jepang) ah itu contoh negatif. Positifnya, jika kamu otaku cinta akan budaya sendiri berkaryalah sesuai hobimu. Ikut lomba AKKI 2012 misalnya. Heu
Ciri-cirinya:
.
  • Heboh karna baru kenal suatu sub kultur. Misal dia baru nonton SAO, sebelumnya belum pernah nonton serial anime. Jadilah dia heboh dan nyebar spoiler dimana-mana dan dikutuk para fans anime yang belum nonton serial tersebut.
  • Beda Otaku dengan weaboo. Otaku paham tentang hobi tersebut. Weaboo biasanya sok tau
  • Mulai menggunakan bahasa sehari-hari dengan ungkapan bahasa jepang. Meskipun lawan bicara tidak mengerti.
  • Bisa disebut juga alay versi jepang (?) lol
.
Jadi apa hubungannya dengan Fans JKT48?
Sudah kita ketahui bersama kalau JKT48 itu adalah saudara dari AKB48 yang merupakan Idol group ternama di Jepang. Dan tentulah mereka juga membawa unsur-unsur sub kultur Jepang semisal j-pop. Dengan sub kultur yang dibawanya, otomatis mereka juga menginfluice fans-nya untuk mengenal lebih dekat sub kultur jepang.
.
Dari segi orientasi hobinya, ada beberapa alasan mengapa menyukai JKT48.
  1. Orang yang menyukai music bergenre J-Pop atau sejak dulu terbiasa mendengar lagu-lagu  jepang di anime minggu pagi.
  2. Menyukai anime, biasanya juga suka tipe cewek jepang.
  3. Menyukai karna cantik dan imut-imut. Meskipun baru mengenal j-pop yang penting ngefans sama membernya.
Tipe ke 3 inilah yang nantinya akan terpengaruh untuk mempelajari sub kultur jepang jauh lebih dalam. Mereka akan mempelajari bahasa-bahasa atau istilah dalam idol 48Family. Karna hampir semua istilah yang mereka gunakan menggunakan bahasa jepang.
.
Dari mempelajari istilah dalam konteks idoling saja, meluas menjadi belajar istilah dalam kegiatan harian. Seperti mengucapkan selamat tidur. Oyasuminasai. Kebiasaan ini juga diawaali oleh sang idol itu sendiri, mereka biasa ngetweet begituan. Dan si fans yang penasaran apa arti istilah tersebut langsung googling dan ikut pula menggunakannya. Mulai mention member dengan bahasa Jepang. Padahal aku juga gak yakin member tersebut mengerti bahasa jepang. Toh sama-sama orang Indonesia. Kecuali member yang lahir/pertukaran dari jepang dan juga member yang kuliah jurusan sastra jepang. Mungkin mereka mengerti. Masih mending kalau susunan bahasa dan penyampaian bahasanya benar (FYI: bukan hanya bahasa daerah saja yang punya tingkat kesopanan berdasarkan usia dan jabatan, bahsa Asing/Jepang pun juga, bahkan lebih kompleks karna juga ada penyampaian berdasar gender). Grammar nazi pasti mengerti bagaimana gatalnya membaca tulisan yang tidak sesuai. Ungkapan dalam bahasa jepang yang mereka gunakan seringkali  diluar interaksinya ke member/idol atau sesama fans. Bahkan ke semua penghuni dunia maya. Halo, bagaimana yang bukan fans JKT48 apa kalian juda merasa annoyed? Aku sendiri yang juga fans JKT48 terkadang risih ._.
.
Contoh lain dalam percakapan ini:
“Bro lihat tuh gerakan wotagei di konser JKT48 keren kan?”
“Wotagei itu apaan bro?”
“Payah ah, wotagei aja gatau”
.
atau ada yang ga terima JKT48 disebut girlband, maunya idol group. FYI semua boyband dan girlband di negara asia timur (jepang, korea, china) istilah untuk group vocal itu bukan Grilband/Boyband, melainkan idol group. Suju mungkin di Indonesia disebut Boyband, SNSD disebut girlband, namun di negara asia timur mereka pake istilah idol. Cuma beda bahasa saja kan? intinya sama
.
beda tauk, idol itu gini gini gini…
orang jepang mungkin nyebut smash sebagai idol group juga kok. problem? heu
.
Dipikir semua orang fans JKT48?
.
Dari sini bau-bau weeaboo atau shock culture jepang udah sedikit terlihat. Akibat terkejut dengan hal-hal baru yang tidak biasanya didapat. Terkadang sesuatu yang berlebihan itu menyebalkan bagi orang lain tanpa disadari. Bukan berarti semua fans JKT48 adalah weaboo, hanya sebagian saja menurutku yang cirinya udah disebutin di atas. Sindrom weaboo ini tidak hanya terjadi di fans JKT48, namun juga fan fan group atau boyband dan girlband lainnya. Misal, baru juga kenal suju. Eh besoknya saranghae saranghaean opa opaan. Namun mungkin sebutannya adalah alay. Tidak sekeren untuk istilah khusus sub kultur jepang, weaboo/wapanese. Heheheu
.
Kembali ke paragraf awal. Tentang temanku yang mengeluh mengenai temannya yang lain yang terkena sindrom weaboo. Dia juga bertanya. Bagaimana caranya supaya dia “sadar”. Ya troll saja sampe dia sadar kalo weaboo itu bikin risih. Mungkin kamu berpura-pura jadi weaboo juga sampe dia kesel. lol. atau suruh baca saja artikel ini, sapa tau ngakak sendiri atau ngedumel “Ah, terserah dong. Lu aja kali yang seenaknya menilai orang lain”. Hehe terserah juga sih mau dibaca atau tidak. Ini hanya opini dan semoga bermanfaat sapa tau disekitar anda ada yang risih tanpa kalian sadari. :p
.*berhubung banyak komentar yg sepertinya salah menangkap isi artikel ini, perlu di garisbawahi bahwa terms weeaboo itu bukan berdasar pengetahuan kita tentang budaya tertentu dan seberapa lama kita mengetahuinya. namun lebih ke konteks kapan dan dimana kita membahas dan mempraktikkan kultur tersebut (tau tempat dan waktunya). juga jangan membandingkan sama dong dengan yg sok inggris? tentu saja beda, bahasa inggris itu bahasa internasional yg memang wajar jika banyak yg mempelajarinya. thats all

credit : xinnosuke.com

One thought on “Fans Fanatik JKT48 terkena Weeaboo

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s