Dosen ITB Ternyata Juga Korupsi

Rudi Rubiandini (Foto: Antara/Zabur Karuru)

Juru bicara Komisi Pemberantasan Korupsi Johan Budi Sapto Prabowo mengakui kalau lembaganya sedang menyelidiki kasus lain di Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas). Namun dia enggan memberikan informasi detail tentang kasus yang masih dalam status penyelidikan tersebut.

“Jadi nama kasus adalah: penyidikan dan penyelidikan dugaan tindak pidana korupsi dalam pengelolaan kegiatan di hulu migas di lingkungan SKK Migas,” kata Johan di gedung kantornya, Kamis, 15 Agustus 2013.

Johan enggan berspekulasi soal siapa saja tokoh yang akan diperiksa KPK dalam penyelidikan kasus ini. Dia menolak memastikan apakah KPK akan  segera memeriksa Menteri Energi Jero Wacik. “Belum ada permintaan kepada pihak-pihak,” kata dia.

Kasus suap SKK Migas sudah menjerat tiga orang menjadi tersangka. Ketiganya adalah Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, petinggi Kernel Oil Simon Gunawan, dan pelatih golf Deviardi (Ardi). Mereka ditahan rumah tahanan KPK di C1 gedung KPK, Kuningan, Jakarta Selatan, dan di Guntur, Manggarai, Jakarta Selatan.

Kamis, 15 Agustus 2013, KPK meminta empat orang lagi dicegah bepergian ke luar negeri. Mereka adalah  Kepala Divisi Komersialisasi Minyak Bumi dan Kondensat SKK Migas, Agus Sapto Raharjo Moerdi Hartono, Kepala Divisi Komersial Gas SKK Migas Popo Ahmad Nafis, Kepala Divisi Operasi SKK Migas, Iwan Ratman dan  satu orang dari perusahaan swasta yakni Direktur PT Surya Parna Niaga, Artha Merish Simbolon.

Belum jelas apa kaitan keempat orang itu dengan kasus penyuapan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini.

Rudi Rubiandini (Foto: Antara/Wahyu Putro)

Selain terlibat kasus suap dengan jumlah uang 700 ribu US Dolar, Kepala SKK Migas Non Aktif Rudi Rubiandini juga dikabarkan terlibat skandal asmara dengan teman sekantor wanita berinisial S. Kepala Humas SKK Migas Elan Biantoro menyebut S adalah pejabat eselon dua dan menjabat sebagai Kabag Bagian Program dan Pelaporan SKK Migas.

“Awalnya hanya staf Humas, bawahan saya juga, karena dia kan berlatar wartawan. Lalu dia sempat naik Kasubdit di Humas, dan naik lagi ke bagian Sespim hingga sekarang namanya Bagian Program dan Pelaporan sebagai Kabag. Pejabat di bawah deputi, ya eselon dua lah,” ujar Elan kepada Tribunnews, Kamis(15/8/2013).

Ia mengungkapkan, S masih single.Elan mengenal S sebagai sosok perempuan pekerja keras dan bahkan disebut workaholic.

“Kami kenal dia sebagai profesional, pekerja keras, suka pulang malam, kadang kalau saya lihat CCTV, dia jam 11 malam masih di ruang kerjanya,” beber Elan.

Sebelumnya, selain kasus suap 700 ribu US Dolar yang melibatkan Kepala SKK Migas Rudi Rubiandini, isu perselingkuhan muncul. Rudi dikabarkan menyimpan asmara dengan teman sekantor berinisial S.

Kabar tersebut muncul saat tiga puluh orang petugas KPK dikerahkan untuk menggeledah lima lantai Gedung Wisma Mulia, kantor SKK Migas di Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Rabu (14/8/2013) malam.

Penggeledahan yang menyita waktu sekitar 17 jam, sejak pukul 21.30 WIB. Lamanya proses penggeledahan lantaran banyaknya dokumen dan barang bukti yang perlu disortir terkait barang bukti suap Kepala SKK Migas, Rudi Rubiandini.

Saat meninggalkan Wisma Mulia, para petugas KPK membawa tiga kardus dan tiga tas berisi barang bukti. Menurut Kepala Humas SKK Migas, Elan Biantoro, tim KPK memfokuskan penggeledahan di lima ruang kerja pejabat SKK Migas.

Kelima ruang kerja itu adalah, ruang Kepala SKK Migas Rudi di lantai 40, ruang Kabag Program dan Pelaporan S di lantai 39, ruang Kepala Divisi Komersialitas Minyak Agus Sapto di lantai 36, ruang Deputi Komersialitas Gas Widyawan di lantai 36, Kepala Divisi Komersialitas/Pemanfaatan Gas berinisial PN di lantai 37.

Namun menurut informasi, Tim KPK sebetulnya hanya memfokuskan penggeledahan di tiga ruangan kerja. Yakni, ruang Rudi, dan dua ruang pejabat perempuan, ruang S dan ruang PN.

Mengapa ruang kerja S dan PN jadi sasaran penggeledahan?

Terbetik rumor, pasca-pembubaran BP Migas tahun lalu, berbagai rumor mengikuti putusan Mahkamah Konstitusi tersebut. Adalah PT Kernel Oil yang dipegang Widodo Ratanachaitong sudah berbisnis sejak era SKK Migas masih bernama BP Migas dan dipimpin R Prijono. Dan, Menteri ESDM dikabarkan memainkan peranan, sehingga Kernel bisa berbisnis minyak kala itu.

Sang pejabat sengaja menjaga kepentingan Kernel di SKK Migas melalui S yang sempat jadi Sekretaris Pimpinan (Sespim) SKK Migas di bawah R Prijono. S yang disebut-sebut sebagai selingkuhan Rudi Rubiandini merupakan mantan wartawan.

Kernel sendiri terdaftar sebagai perusahaan trader di SKK Migas. Anehnya, sejak era Prijono hingga Rudi, sangat aktif berbisnis hulu sampai hilir. Itu sebabnya, Kernel potensial jadi kartel Migas.

Setelah Prijono tak lagi menjabat, digantikan Rudi, peran S sebagai double agent, yakni sekretaris dan market intelligent, masih tetap dilakukan untuk mengawal kepentingan Kernel.

Karena amat intensnya hubungan kerja Rudi dan S, hubungan tersebut berlanjut ke ranah asmara. Hubungan pribadi Rudi-S akhirnya dimanfaatkan Widodo-Prijono.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s