Acara Musik Pagi yang Semakin Jauh Dari Konsep Awal

Lesunya variety show musik pagi sebenarnya sudah terjadi sekitar dua tahun terakhir. Hal ini bisa dilihat dari berakhirnya DeringS (Trans TV) pada Desember 2011, dan Hitzteria (Indosiar) pada Mei 2012.

inBox (SCTV), sang pionir, dan DahSyat (RCTI), sampai sekarang masih eksis. Namun terlihat sekali perubahan konsep yang semakin jauh dari konsep awal.

Jika Anda ingat, pertamakali inBox mengudara Desember 2007, acaranya fokus pada tiga hal; live performance, video klip, dan tangga lagu.

Jikalau Andhara Early, host inBox saat itu, mengajak ngobrol bintang tamu, topik yang dibahas masih seputar album, single, atau video klip.

Konsep ini mulai bergeser ketika semester akhir 2008, DahSyat RCTI mendapuk Raffi Ahmad, Olga Syahputra, dan Luna Maya host.

Lawakan, saling sindir, sampai buka-bukaan masalah pribadi host dan bintang tamu, menjadi daya tarik DahSyat, sampai ratingnya mengalahkan pionirnya.

Tahun 2011, ketika tren boyband-girlband melanda Indonesia, segmen tambahan tak resmi seperti battle dance dan games antar bintang tamu kerap menghiasi acara jenis ini.

Kemudian dibuatlah segmen-segmen lain yang semakin jauh dari dunia musik, seperti kunjungan ke kampung, sekolah, bahkan masak-memasak.

inBox, kini menampilkan Lomba Karaoke dan inBox Tajir (bagi-bagi hadiah). Dalam Lomba Karaoke, penonton (orang biasa) diajak naik panggung, lalu dinilai juri yang merupakan bintang tamu saat itu.

Lomba Karaoke bukan kompetisi menyanyi serius. Peserta biasanya tak mengandalkan suara bagus, tapi kostum dan aksi panggung heboh. Selain itu, ada segmen bagi-bagi hadiah, inBox Tajir.

Pertanyaannya tak ilmiah, tapi juga tak bisa dibilang mudah-apalagi jika Anda jarang nonton TV.

Beberapa yang pernah saya lihat, di mana lokasi syuting video klip SM*SH, siapa host infotainment SCTV, atau siapa finalis Super Boy Indonesia yang masih bertahan.

DahSyat, sempat vakum selama bulan Ramadhan. Lebaran berakhir, DahSyat yang kini dipandu Raffi Ahmad, Olga Syahputra, Denny Cagur, dan Ayu Dewi, hadir dalam konsep baru.

Studio baru, komposisi acaranya pun baru. Ada segmen Goyang Gaspol Enerzik, yang mau tak mau menciptakan dugaan DahSyat mengekor Goyang Caisar-nya Yuk Kita Sahur (Trans TV).

Ada pula bagi-bagi hadiah dengan cara lucu-lucuan. Seperti siapa penonton yang punya surat nikah dengan tahun paling tua, paling banyak memakai karet gelang, dan sejenisnya.

Live performance, mungkin tak sampai setengah durasi program-program tersebut. Video klip? Jangan ditanya. Ada 1 video klip yang diputar saja sudah bagus.

Pertanyaannya, bagaimana performa DahSyat dan inBox saat ini?

Pada data kepemirsaan mingguan periode 1-7 September 2013 (ABC), inBox berada di peringkat 91 dengan rata-rata TVR 1,6 dan share 16,9. Periode yang sama, DahSyat kalah tipis. Menempati posisi 93 dengan rata-rata TVR 1,6 dan share 16,3.

Share 16 memang tak bisa dibilang buruk. Namun di tahun 2008, inBox dan DahSyat pernah meraih TVR 3, dan share di atas 25.

Mungkinkah kejayaan itu kembali?

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s