5 Mitos Makan Ala Orang Indonesia

1. Makan Ramai-Ramai Rasanya Lebih Enak
Pepatah lama mengatakan “Makan nggak makan yang penting kumpul”. Orang Indonesia memang sangat menjunjung tinggi sosialisasi di atas segalanya. Mau makannya hanya nasi, kecap dan tahu tempe, rasanya pasti jauh lebih enak jika dimakan ramai-ramai ketimbang makan ayam goreng sendirian.

Tidak ada yang tahu mengapa fenomena ini terjadi, masih menjadi misteri. Tapi Anda pasti pernah dong menikmati serunya makan ramai-ramai, walaupun suasana bukan di restoran bintang lima, makan nasi goreng di pinggir jalan bersama keluarga dan teman terasa lebih hangat dan berkali-kali lebih enak. Iya kan?

2. Makanan Paling Enak Dimakan Terakhir
Satu hal aneh tentang pola makan di Indonesia adalah kebiasaan menikmati makanan paling enak di akhir. Misalnya saja Anda datang ke pernikahan teman, ada hidangan capcay, nasi goreng, dan ayam lapis. Biasanya, capcay dan nasi goreng dimakan terlebih dahulu, sedangkan ayam lapis dimakan terakhir. Mungkin slogannya adalah save the best for the last.

Bahkan yang lebih aneh, ada lho orang yang makan burger dipisah-pisah. Jadi rotinya dimakan terlebih dulu bersama sayurnya, sedangkan dagingnya dimakan belakangan. Jika ditanya kenapa begitu, jawabannya pasti “Yang enak dimakan terakhir,”. Padahal cara makan seperti ini bikin para bule bingung.

3. Apapun Makannya, Lebih Enak Pakai Sambal
Tahukah Anda, para bule selalu heran mengapa orang Indonesia sangat suka makanan pedas dan sambal. Kebiasaan makan sambal ini sudah ada sejak zaman dulu, rasanya semua makanan lebih enak jika dimakan pakai sambal. Selera makan jadi meningkat drastis, tak ada sambal rasanya ada yang kurang. Tidak heran jika berbagai keripik pedas makin banyak penggemarnya.

Selain itu, ada puluhan jenis sambal di Indonesia, mulai dari sambal terasi, sambal bawang, sambal dabu-dabu, sambal cabe ijo dan masih banyak lagi. Bahkan lauk yang sederhana seperti tahu atau tempe goreng akan lebih enak jika dimakan pakai sambal. Apalagi.. jika makan nasi hangat, ikan asin dan sambal pedas. Aduh enaknya..

4. Kalau Belum Makan Nasi Ya Artinya Belum Makan
“Nani, kamu belum makan ya?”
“Sudah, tadi makan roti rasa coklat dua biji,”
“Lho.. itu kan roti, kamu kan belum makan nasi,”
Pernah mengalami kejadian seperti di atas? Bagi orang Indonesia, terutama yang sudah senior, jika belum makan nasi, berarti belum makan. Meskipun Anda sudah makan roti cokelat empat lapis, atau pancake dua porsi, jika belum makan nasi, berarti belum makan.

Pola makan ini disebabkan karena orang Indonesia sangat tergantung pada nasi sebagai makanan pokok. Bahkan ada kepercayaan bahwa jika tidak makan nasi bisa sakit. Padahal tidak juga, nasi bisa diganti dengan mie, roti, jagung, kentang dan sebagainya. Tapi ya.. nasi goreng, nasi Padang, nasi uduk tetap jadi primadona.

5. Mie Instan Dicampur Nasi
Yuhuuu.. kira-kira siapa nih orangnya yang suka makan mie instan dicampur nasi? Mungkin kebiasaan ini hanya terjadi di Indonesia. Mie instan yang enak tidak perlu tambahan apa-apa lagi, dan agar lebih kenyang, tambahkan saja nasi. Kebiasaan seperti ini sering dilakukan anak kos, pegawai yang sibuk, masa-masa akhir bulan atau ibu rumah tangga yang tidak sempat membuat sarapan.

Padahal, pola makan ini sangat tidak sehat. Nasi dan mie instan sama-sama mengandung karbohidrat. Tingginya kalori dan karbohidrat berlebih bisa menaikkan indeks glikemik, sehingga gula dalam darah naik secara berlebih. Hanya makan karbohidrat juga tidak baik, karena tubuh tidak hanya butuh rasa enak, tetapi juga protein, serat, vitamin, mineral

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s