Hal yang Jangan Pernah dilakukan di Social Media

Hal-hal yang Sebaiknya Tidak Kamu Lakukan di Social Media

Gini, argumen kamu mungkin bakalan yang ‘suka suka gua dong, fesbuk, fesbuk gua! Kalo gak suka ya unfollow aja sik, susah amat!’ Iye iye dah, emang terserah kamu mau nulis apa, masang apa di timeline kamu. Tapi inget, kebebasan itu tak sebebas merpati, ada kebebasan orang lain juga disitu yang menjadi batasan kamu. Ciye elah. Pokoknya kalo kamu oversharing hal-hal di bawah ini, niscaya kamu anaknya bakalan kena masalah. Minimal diketawain lah sama temen-temen kamu dan masuk dalam un-cool-person-list. Haha.

Kirim Invitation Ke Seluruh Contact List

Gini, gak semua orang tertarik untuk ikutan main game online, atau datang ke acara yang kamu bikin. Paling gak, bijaksana lah pas lagi ngetag siapa-siapa aja yang mau kamu undang. Misalkan kamu ada acara tujuh belasan di kampung kamu, ya yang kamu invite anak-anak karang taruna desa kamu aja lah. Temen-temen kamu yang lagi pada sekolah di luar negeri gak usah.

Upload Selfie Setiap Saat

Ini juga. Kenapa sik semua orang harus tau muka kamu setiap saat? As in, muka abis bangun tidur, muka abis mandi, muka lagi nunggu kereta, muka lagi nyetir macet-macetan, muka lagi mau makan siang, dan sebagainya dan sebagainya.  Udah gitu anglenya sama terus lagi.

Terlalu Jujur Tentang Kegiatan Kamu Setiap Saat.

Lagi-lagi garis bawahi kata setiap saat. Kecuali, kecuali nih ya, kegiatan kamu tuh emang menarik banget. Misalnya kamu lagi dalam rangka penyelamatan gajah Afrika atau sedang dalam misi ke Mars.

Posting Soal Agama

Kutipan kitab suci yang bernada positif dan motivasi oke lah, tapi kalau udah mulai judging benar-salah, masuk neraka-sorga, dan menjelek-jelekan pihak lain. Euh, not cool man, not cool.

Sok pake bahasa Inggris Tapi Ngaco

Gak perlu harus jadi grammar nazi untuk merasa terganggu membaca kalimat bahasa Inggris yang ngaco. Sama seperti penggunaan bahasa alay (masih berlaku gak sih term ini?) atau titik koma yang tidak pada tempatnya. Ganggu banget bacanya. Gak worthed lah pokoknya.

Public Display Affection

Mengungkapkan perasaan sayang kamu ke pacar kamu ke public once in a while is cute and lovely, awww lah pokoknya. Tapi kalo terlalu sering dan setiap status dan setiap foto didedikasikan untuk si kekasih hati sih males juga ya. Apa? Iri? Lebih ke eneg sih sebenernya.

Ini kayaknya PDA campur bahasa inggris ngaco sih...

Ini kayaknya PDA campur bahasa inggris ngaco sih…

Marah-marah dan komplen berlebihan

Hidup kamu sucks? Setiap hari ada aja yang bikin emosi? Yaudah bukan berarti kamu harus nularin energi negatif itu ke teman-teman kamu dong. Deal it by yourself lah. Kantor dan kerjaan kamu kayak tai? Berhenti aja. Oh dan kasus orang dipecat dan di-black list di kerjaan atau bahkan dituntut secara hukum gara-gara status di social media itu udah banyak sih, jadi hati-hati aja.

Demikianlah, ada yang setuju, ada yang gak setuju, ada yang mau nambahin? Silakan.

Copyright Mbdc

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s