Konfirmasi Insiden Avanza Vs TNI dan Penggunaan kata ‘Cina’

Hi Semua,

Sebelumnya, mau menanggapi apa yang ramai dibincangkan di soc med beberapa akhir ini.
Mengenai kejadian oknum TNI vs Avanza yang berakhir dengan Avanza yang hancur oleh oknum TNI.

Ulasan ini hanyalah sebagai bahan pertimbangan dan bagaimana kita melihat masalah menjadi sesuatu hal yang lebih luas saja tidak berdasarkan kacamata sepihak maupun ulasan sepihak.

Mencoba memilah dan pada akhirnya keputusan salah / tidak bersalah hanya ada di tangan Hakim ( jika sampai pada jalur hukum ), tapi sudahlah saya tidak berusaha untuk menyatakan atau memberi tahu siapa yang salah dan siapa yang tidak. Memberi informasi mendalam dan analisis terhadap kejadian tersebut sehingga menjadi sesuatu Berita Informasi terhadap insiden yang diwarnai dengan unsur SARA ini.

Kita mulai dengan cerita pertama

Disini dapat kita baca cerita dari korban yang berada di dalam mobil Avanza tersebut ( tidak jelas siapa yg berada di balik kemudi saat itu )
Namun dapat dipastikan bahwa dari foto & video yang di upload oleh @banidiego bahwa kaca di depan kursi penumpang ringsek dan hancur parah.
Kita juga melihat hardikan yang diceritakan berasal dari oknum TNI yang mengandung unsur SARA, hal yang sensitif memang. Dan diatur oleh Negara dalam

Untuk pengrusakkan dapat kita lihat pada,

Pasal 406 Kitab Undang – undang Hukum Pidana, sebagai berikut:

(1) Barang siapa dengan sengaja dan melawan hukum menghancurkan, merusakkan, membikin tak dapat dipakai atau menghilangkan barang sesuatu yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain, diancam dengan pidana penjara paling lama dua tahun delapan bulan atau pidana denda paling banyak empat ribu lima ratus rupiah.
(2) Dijatuhkan pidana yang sama terhadap orang yang dengan sengaja dan melawan hukum membunuh, merusakkan, membikin tak dapat digunakan atau menghilangkan hewan, yang seluruhnya atau sebagian milik orang lain.

Jika kita lihat bahwa dari tingkat kehancuran mobil tersebut
( dapat dilihat melalui video di : https://path.com/p/1cxUzO , melalui social media Path dari Bani Diego yang merupakan terduga korban ) mobil tersebut mengalami kehancuran di kaca depan penumpang, kap mobil kiri dan kaca belakang serta spion dan juga baret pada body.

Ini mencerminkan tindakan yang dilakukan karena unsur emosi dilihat dari tingkat kehancuran pada mobil dimana para pelaku melampiaskan kekesalan nya terhadap mobil tersebut.

Dapat kita lihat disini TNI sedang konvoi dan jika kita melihat PP RI No.43 / 1993 dapat dilihat bahwa konvoi kendaraan militer memiliki hak utama sebagai pengguna jalan.

PERATURAN PEMERINTAH REPUBLIK INDONESIA
NOMOR 43 TAHUN 1993
TENTANG
PRASARANA DAN LALU LINTAS JALAN

Angka 11
Yang dimaksud dengan hak utama adalah hak untuk
didahulukan yang harus diberikan kepada pemakai
jalan tertentu sehubungan dengan kepentingan dari
pemakai jalan tersebut antara lain mobil pemadam
kebakaran yang sedang bertugas, mobil ambulance
yang sedang bertugas, konvoi militer dan sebagai-
nya.

Jadi sepatutnya hal ini diberitahukan bahwa dalam keadaan apapun kendaraan militer dan yang disebutkan diatas memiliki hak utama dalam pengunaan jalan.

Melihat dari kemarahan yang terluap dari personel / oknum TNI maka kemarahan ini diwarnai berbagai factor seperti,

1. Perasaan kesal karena konvoi kendaraan dalam tujuan menolong korban banjir sebagai mana disebut pengakuan terduga korban.
2. Perasaan kesal dengan tindakan korban di jalan

dan berikut pengakuan pedagang yang berada di lokasi.

Menurut Apong,pedagang asongan yang ditemui di exit Tomang, Kamis (23/1/2014) siang ini, kejadian Avanza dan rombongan truk TNI itu terjadi pada Rabu (22/1) pukul 09.30 WIB.

“Waktu itu menuju exit Tol Tomang ada iring-iringan truk TNI, ada 5 truk. Satu truk sudah bisa melewati Avanza, tapi 4 yang lain nggak bisa lewat,” jelas Apong.

Truk yang tak bisa melewati Avanza itu lalu mengklakson agar diberi ruang untuk bisa lewat. Apong tak tahu mengapa Avanza itu tak memberi ruang, padahal ada tempat untuk bergeser.

“Sudah diklason-klakson, Avanza nggak mau minggir. Memang jalan macet, tapi Avanza masih bisa geser, tetap nggak mau geser. Terus truk TNI menabrak dari belakang dua kali,” jelas Apong. ,-detik.com

Kemudian Avanza itu menepi ke pinggir jalan. Truk TNI juga ikut menepi. “Ada beberapa anggota TNI turun kemudian menendang mobil itu,” urainya.
Disini kita mencoba melihat fakta dan menghimpun informasi sebanyak mungkin. Salah satunya adalah dari saksi yang merupakan pengendara lain yang kebetulan berada di tempat ketika kejadian tersebut dan menceritakan kejadian itu dari lain sisi.

Dapat dilihat menurut pengakuan saksi yang lain bahwa pada sebelumnya avanza tersebut berada pada jalur kendaraan konvoi TNI yang sebelumnya sudah menyalakan sirene. Avanza ini ternyata tidak langsung menyingkir dari jalur tersebut yang sebagaimana sudah saya sebutkan sebelumnya bahwa kendaraan konvoi militer memiliki Hak Utama dalam pengunaan jalan dan diatur dalam Peraturan Pemerintah.

Menyalakan sirene pasti memberikan sesuatu maksud dimana bahwa sirene tersebut bertujuan untuk memberitahukan kepada masyarakat sekitar / pengguna jalan lainnya bahwa ada kendaraan yang memiliki hak utama sebagai pengguna jalan akan melintas. Sirene ini juga tidak sembarangan , mereka di atur sedemikian mungkin untuk terdengar dari jarak yang jauh dan juga terlihat cahaya nya. Namun nampaknya Avanza ini tidak menghiraukan sirene tersebut dan berada tetap pada jalurnya. Sehingga menyebabkan Truk TNI yang terdepan memberi peringatan berupa Klakson, dan hal ini mungkin tidak memberi suatu peringatan yang jelas sehingga Avanza disundul sebanyak dua kali oleh Truk TNI tersebut.

Hal ini mengakibatkan kendaraan Avanza menepi ke pinggir jalan dan juga Truk TNI tersebut, aftermath dapat kita lihat dari foto – foto hasil insiden tersebut dan pengakuan hardikan yang terlontar dari oknum TNI tersebut.

Melihat hal ini sebelumya saya ingin menambahkan beberapa informasi tambahan mengenai oknum, dikarenakan minim informasi oknum yang terlibat pada insiden ini maka saya akan mengupas @banidiego sebagai yang terduga korban dari insiden ini.

Berikut beberapa hal yang dapat menjadikan pertimbangan dari sikap pengemudi / yang terduga korban yang ada pada akun @banidiego ( twitter )

Penilaian tidak akan diberikan, hanya informasi yang ada dan dapat diraih. Untuk kedepannya semoga kita dapat berlaku bijak dan juga dapat melihat semua dari sudut pandang yang luas tidak hanya satu saja.

Moral of the story : Arrogance can’t compete with Arrogance it will beat each other till death, one must know that wisdom is the key to prevent the destruction that arrogance bring upon us.

 

sumber : kaskus

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s