Berdiri di atas Jarak

http://daraprayoga.files.wordpress.com/2013/07/beach-boy-dress-girl-hands-hold-favim-com-55110.jpg?w=500&h=330

Kata kamu, jarak tak ada artinya bagi cinta. Iya, sesaat setelah aku merasakan rindu. Jarak tak ada apa-apanya dibanding rindu yang terbangun di antaranya.

Rindu itu dimulai sekejap dari saat pesan “hati-hati” yang aku kirimkan.

Aku tidak pernah mengerti dengan rindu. Sebuah paradoks yang kompleks. Terlalu rumit untuk cinta yang sederhana ini. Jarak membuatku rindu padamu. Namun bertemu denganmu justru membuatku semakin rindu.

Jarak selalu memperparah malam-malamku. Prasangka itu sulit, sayang. Menahannya semalaman suntuk hanya meyakinkan diri tidaklah mudah. Percaya, tapi semuanya tidak semudah itu.

Aku tak sanggup jika harus menahan jarak sekaligus menahan rindu. Apalagi dengan jarak yang terbentang antara kita saat ini. Jarak yang sepertinya tak sanggup aku tempuh dengan berjuta kayuh sekalipun.

Jarak antara prasangka, menebak-nebak jika kamu memikirkan aku seperti aku memikirkan kamu.

Aku sedang menunggu lelah meremukkan tapal kaki ini hingga tak lagi berdiri di antara jarak ini. Entah kapan.

Memang benar katamu, jarak tak ada artinya bagi cinta.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s