Jenis Ketawa Digital

Sebagai manusia biasa, tentu tertawa adalah sebuah keniscayaan bagi kita. Kita semua pernah tertawa. Penyebabnya bisa macam-macam. Entah melihat sesuatu yang lucu, dikelitik dedek-dedek gemesh, atau melihat mantan putus dengan pacar barunya; pokoknya hal-hal yang mampu membuat kita terkekeh dengan enaknya.

Namun, fenomena tertawa rupanya tak hanya berlangsung di dunia nyata. Di dunia digital pun para netizen sering tertawa. Tentu dengan bantuan teks, semisal: “hahaha”, “wkwkwk”, “hihihi”, “hehehe” dan lain sebagainya. Maka daripadanyalah, berkat bantuan camat setempat dan petinggi kampung, saya berhasil menemukan apa makna yang terdapat dalam setiap jenis tawa di dunia digital. Cekidot.

1. Haha

Tertawa jenis ini sebetulnya adalah tawa palsu. Dapat terlihat jelas bahwa mereka yang tertawa dengan “hahaha” di media sosial, sesungguhnya sama sekali tidak tertawa di dunia nyata. Biasanya ini ditambahkan agar suasana percakapan lebih hidup meskipun penuh kemunafikan. Ilustrasi:

A: Apa kabar, Bro? Hahaha.

B: Baik, Bro. Hahaha. Lo gimana?

A: Gue juga baik, Bro. Hahaha.

B: Oh. Makan bubur masih diaduk, Bro? Hahaha.

A: Nggak lah, Bro. Emang semen. Hahaha.

Gitu terus sampai aspal berubah jadi bacan.

2. Wkwkwk

Jenis ini biasanya lebih akrab di kalangan pria. Berbeda dengan “hahaha,” “wkwkwk” menggambarkan sesuatu yang benar-benar lucu yang membuat penggunanya sampai berucap “Sial!” dalam hati. Ilustrasi:

A: Gile, bro, gue kemarin liat cewek seksi!!!

B: Setdah!!! Siapa tuh, Bro???

A: Emak lu!!! Wkwkwkwkkw!!!

3. Hihihi

Jika “wkwkwk” lebih akrab digunakan pria, “hihihi” konon lebih aktif dipakai di kalangan wanita. Biasanya ketawa jenis ini digunakan untuk sekedar saling memuji ketika salah seorang dari mereka mengunggah foto ke media sosial. Ilustrasi:

A: Wah, Say…Kok, fotonya cantik, sih? Hihihi…

B: Makasih, Say. Kamu juga cantik, kok. Hihihi.

A: Ah, cantikan kamu lah, hihihi…

B: Kamu, Say. Hihihi.

Dan baru akan berhenti ketika salah satu dari mereka kehabisan kuota.

4. Hehehe

Ketika jenis tawa yang lain digunakan kepada teman sebaya atau teman dekat, ketawa jenis ini biasanya digunakan ketika melakukan sesuatu yang kurang nyambung atau berhubungan dengan orang yang kita hormati. Bisa jadi orang-tua, guru, bos, atau bapaknya pacar. Ilustrasi:

A: Kamu saya lihat sering online Facebook di jam belajar, Din. Nanti bapak sita hape kamu biar kapok.

B: Iseng, Pak. Hehehe~
(aduh nyesel deh nge-add Pak Yanto di Facebook😥 )

Demikianlah beberapa jenis tawa digital serta maksud dan kegunaannya. Tentu masih banyak jenis tawa lain yang belum dibahas, semisal “hohoho,” “jajaja,” atau “kikikik” yang adalah variasi dari jenis ketawa yang telah eksis sebelumnya di pasaran. Kalau Sobat Apaan suka pake tawa digital kayak mana neh??

credit: apaan.co

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s