5 Film Indonesia yang Gak Balik Modal

1. Trilogi Merdeka

{source name="Darah Garuda" url="sarahainaahadian.blogspot.com"}

Darah Garuda via sarahainaahadian.blogspot.com

Salah satu film perang paling ambisius yang pernah dibuat di Indonesia. Sebuah trilogi yang konon kabarnya menghabiskan 64 miliar rupiah. Duit segini banyak katanya sih dihabisin buat bikin spesial efek yang dilakukan oleh tim ahli efek spesial dan ahli teknis film dengan pengalaman dalam pembuatan film Hollywood, serta kegiatan promosi ke sejumlah negara di luar negeri.

Dengan duit sebanyak itu dan dukungan pekerja Hollywood, sayangnya dari ketiga film tersebut gak ada yang nyampe 1 juta penonton*. Film pertama Merah Putih tembus 611.572 penonton, film kedua Darah Garuda cuma 407.426, sedangkan Hati Merdeka gak sampe 400 ribuan malah.

(*Data diambil dari filmindonesia.org)

2. Gunung Emas Almayer

{source name="Gunung Emas Almayer" url="sidomi.com"}

Gunung Emas Almayer via sidomi.com

Ada gak yang nonton film ini? Gunung Emas Almayer adalah satu lagi proyek ambisius dari produser Trilogi Merdeka. Kali ini Media Desa Indonesia gak sendirian karena ngegandeng perusahaan Malaysia untuk ngebantu ngedanai. Proyek lintas negara ini disutradarai U-Wei Bin Haji Saari, dengan aktor dan aktris dari tiga negara; Australia (Peter O’Brien), Malaysia (Sofia Jane, Adi Putra, Diana Danielle), dan Indonesia (Alex Komang, El Manik, Rahayu Saraswati).

Mahalnya biaya produksi karena latar tempat dan kostum disetting sedemikian rupa menyerupai kehidupan di sekitar hutan Malaka tahun 1830. Menggambarkan pemukiman di pinggir sungai dengan perahu yang lalu lalang sebagai transportasi.

Meskipun film ini udah grand, tetep aja di bioskop adem ayem aja. Dengan target 1,5 juta penonton film ini ternyata tidak terlalu berprestasi, bahkan saking sepinya film ini tak masuk daftar 10 besar film terlaris di tahun 2014.

3. Pendekar Tongkat Emas

{source name="Pendekar Tongkat Emas" url="youtube.com"}

Pendekar Tongkat Emas via youtube.com

Sutradaranya keren. Produsernya hebat. Empat bintangnya adalah yang terbaik di Indonesia. Biaya yang dihabiskan untuk ngebikin? 25 Miliar. Pendekar Tongkat Emas mengambil lokasi eksotik Indonesia untuk memaksimalkan ceritanya.

Sayangnya dengan promosi yang cukup gencar, tetep aja gak balik modal juga film ini.  PTE gak masuk 10 besar film paling laris tahun lalu. Padahal secara filmis, PTE pantas mendapatkan lebih banyak penonton.

4. Di Bawah Lindungan Ka’bah

{source name="Di Bawah Lindungan Kabah" url="6best-friends.blogspot.com"}

Di Bawah Lindungan Kabah via 6best-friends.blogspot.com

Dengan kesuksesan film Ayat Ayat Cinta, banyak film religi romantis kemudian dibuat. Salah satunya yang diharapkan bisa mengulangi kesuksesan yang sama adalah film Di Bawah Lindungan Ka’bah. Secara materi, ceritanya berkualitas karena disadur dari karya Buya Hamka. Bintangnya pun adalah bintang film yang cukup dikenal.

Budget 25 miliar yang dikeluarkan sayangnya tetap tidak sebanding dengan penonton yang datang ke bioskop. Pendapatannya diperkirakan hanya sekitar 8 miliaran. Tentunya sebuah kerugian.

5. Street Society

{source name="Street Society" url="twitter.com"}

Street Society via twitter.com

Film balap-balapan ini bisa dibilang cukup seru dan punya twist yang memorable. Untuk mencapainya, pembuat film gak tanggung-tanggung ngeluarin duit. Total 18 miliar keluar. Kebanyakan dipake untuk pemakaian mobil.

Meski begitu, premis yang menarik, bintang film yang terkenal dan mobil yang mengkilap gak menjadikan film ini berhasil. Film ini tetep gak masuk 10 besar film terlaris. Sedih sekali.

Apa yang bisa diambil pelajaran dari semua nasib film ini? Seringkali penonton Indonesia gak bisa ditebak. Udah niat bikin film, eh tetep gak ditonton juga. Skeptis boleh, tapi kalo kamu gak memberikan kesempatan buat film Indonesia, ya suatu hari nanti mungkin perfilman Indonesia bisa mati. Dari sekarang yuk dukung film Indonesia.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s