Pengertian Butterfly Effect

Beberapa waktu yang lalu saya menonton sebuah film yang cukup bagus, judulnya The Butterfly Effect. Film 2004 ini diperankan oleh aktor yang ketampanannya hampir mendekati saya, Ashton Kutcher (googling!). Ashton-yang di film itu bernama Evan-mempunyai kemampuan untuk kembali ke masa lalu dengan cara membaca diarynya atau menonton film dokumenternya dia. Saat kembali ke masa lalu, Evan akan melakukan hal yang berbeda dari yang dulu pernah dia lakukan agar merubah masa depan. Contoh, gara-gara dulu dia dan teman-temannya negerjain rumah orang dengan petasan, ada seorang ibu dan bayi nya yang meninggal. Kejadian itu membuat temannya Evan trauma dan cacat mental seumur hidup. Saat Evan sudah dewasa dan menyadari kemampuannya untuk kembali ke masa lalu, dia pergi ke masa dia main petasan itu dan menghalangi hal itu terjadi sehingga ketika dia kembali ke masa sekarang, temannya menjadi baik-baik saja. Paham kan?. Kalau belum paham, nonton filmnya dulu, terus baru lanjut baca lagi. Film itu yang kemudian menginspirasi saya untuk menulis mengenai hal ini.

Jadi apa itu The Butterfly Effect?

Ringkasnya, butterfly effect atau efek kupu-kupu adalah sebuah teori yang mengatakan bahwa perubahan sekecil apapun yang kita buat akan berdampak ke masa depan. Nama butterfly effect ini dikenalkan oleh orang bule bernama Edward Norton Lorenz sekitar tahun 1962. Tapi itu tidak murni dari Om Erward, dia juga merujuk ke sebuah pemikiran yang tercantum dalam chaos theory bahwa kepakan sayap kupu-kupu di hutan belantara Brazil secara teoritis dapat menyebabkan tornado di Texas beberapa bulan kemudian.  See?, menurut teori cuma kepakan saya kupu-kupu ntah  dari mana bisa menyebabkan tornado!, dan ini ilmiah. Itulah yang dimaksud dengan the butterfly effect atau efek kupu-kupu, lebih tepatnya efek sayap kupu-kupu. :v

Sejauh ini teman-teman sepakat dengan teori The Butterfly Effect yang mengatakan bahwa yang kita lakukan di masa lalu akan berdampak (bahkan besar) ke masa depan?. Kalau setuju, silahkan lanjut baca.

Kupu-Kupu The Butterfly Effect

The Butterfly Effect Menyeutkan Bahwa Secara Teori Kepakan Sayap Kupu-Kupu di Hutan Belantara Brazil Dapat Menyebabkan Tornado di Texas Beberapa Bulan Kemudian (Sumber Gambar: desicomments.com)

Butterfly Effect, Domino Effect and Connecting The Dots

Poin ini juga menurut pemahaman saya yang bisa benar bisa salah. Tapi barusan sempat liat thread di kaskus sih tentang hubungan butterfly effect dan domino. Jadi bukan murni-murni banget walaupun saya cuma baca judulnya saja. 😛

Butterfly Effect Sudah Paham, Apa Itu Domino Effect?

Domino Effect atau efek domino adalah  efek atau akibat yang terus menerus terjadi karena sebelumnya terjadi sesuatu. Maaf, kalimat saya belum baik dalam memberi pengertian. Tau domino kan?, yang belum tau silakan nonton di youtube banyak tuh. Contoh mudahnya begini, saya mandi, karena saya mandi saya menjadi bersih dan wangi, karena saya bersih dan wangi saya disukai cewe-cewe, salah satu dari cewe-cewe itu ada yang saya suka, terus kami menikah, punya anak, anak besar lalu saya punya cucu dan seterus-seterusnya. Got it?. Contoh lain dari effect domino misalnya kenaikan harga BBM yang kemudian menyebabkan harga beras baik, ongkos transportasi nasi, harga tiket bioskop naik dst. Peristiwa itu kemudian menyebabka tingginya kemiskinan, bisnis menjadi tersendat, tingginya pengangguran dan inflasi dll.

Domino Effect Identik Dengan The Butterfly Effect

Domino Effect Sangat Identik Dengan Teori The Butterfly Effect (Sumber Gambar: shockwaveinnovations.com)

Lalu Apa Pula Itu Connecting The Dots?

Istilah ini saya pinjam dari Steve Jobs, saya biasanya manggil Om Steve, kami cukup dekat (bohong). Ringkasnya, connecting the dots adalah proses menyambung titik-titik dalam dari setiap kejadian, khususnya  kehidupan. Connecting the dots mirip-mirip dengan effect domino. Bedanya menurut pemahaman saya adalah effect domino bisa berdampak secara lebih luas dan tidak selalu lurus sementara connecting the dot biasanya alurnya lurus saja. Domino effect itu adalah kejadian atau peristiwa sementara connecting the dots adalah proses mempelajari kejadian tersebut.

Steve Jobs Connecting The Dots

Steve Jobs Yang Pertama Kali Memperkenalkan Tentang Connecting The Dots (Sumber Gambar: hdwallpapersinn.com)

Apa Kaitan Ketiganya?

Justru pertanyaanya seharusnya seharusnya seberapa erat hubungan ketiganya?. Karena sangat erat sekali. Bahkan kalau mau diperhatkan lebih jauh, sebenarnya  ketiganya sangat identik dan terkait. Butterfly effect mengajarkan kita untuk selalu pastikan bahwa apapun yang kita lakukan adalah kebaikan agar yang kita petik nanti juga kebaikan. Domino effect mengajarkan kita untuk selalu berhati-hati dalam bertindak dan melakukan apapun agar tidak terjadi hal yang tidak kita inginkan di kemudian hari. Sementara connecting the dots mengajarkan kita untuk berhenti sebentar, lihat ke belakang, ingat-ingat kembali hal  yang pernah kita lakukan di masa lalu yang mengantarkan kita hingga menjadi seperti hari ini, lalu bersyukur atau memohon ampunan.

Agar tidak terlalu panjang dan agar mudah dipahami, saya akan membuat kesimpulan menjadi beberapa poin.

1. Dengan mengetahui butterfly effect, seyogyanya kita berhati-hati dalam bertindak dan melakukan sesuatu, pastikan apapun yang kita lakukan adalah sebuah kebaikan dan hal yang Allah ridhai, kerena:

2. Apapun yang kita lakukan akan berdampak ke diri kita di masa depan, baik ketika masih di dunia dengan mendapat kebahagian-kebahagian di dunia maupun di akhirat, sehingga:

3. Nanti di masa depan ketika kita melakukan connecting the dots kita telah memilih keputusan yang tepat dan melakukan hal yang benar sehingga kita berada pada posisi baik pada saat itu, dan menyadari setiap dots yang kita lalui adalah untuk kebaikan kita sendiri.

Sekian saja tulisan ini saya tulis dan semoga bermanfaat.

Have a wonderful day.

:)

credit: arraziibrahim.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s